Pernah dengar masakan betawi yang namanya sayur besan ?
Saya sendiri baru ngeh 2 tahun belakangan kalo ada masakan betawi yang namanya sayur besan. Itu juga karena ada teman yang selalu cerita ada masakan betawi didaerah Parung, Bogor yang selalu menyajikan sayur besan. Siapa yang ga penasaran, soalnya dia kalau lagi cerita, aktraktif banget. Lama-lama rapuh juga jiwa ini buat nyoba dan tak dinyana dekat rumah didaerah Ciputat ada juga yang jual masakan itu. Tapi dia jual sayur besan hanya pada hari sabtu dan minggu. Mungkin ini yang buat masakan ini jadi eksklusif sama seperti kenapa dinamakan sayur besan. Mungkin karena hanya disajikan saat besan datang atau hari-hari istimewa misalnya pas lebaran.
Maka, makanlah saya disitu dan semangkok sayur besan ada dihadapan. Saya periksa satu persatu apa saja yang ada dimangkuk itu. Bayangkan sayur ketupat betawi. Nah ga jauh dari itulah bentuknya. Kuah santan warna kuning kemerahan, kentang, So'un (mi putih) dan ada satu lagi yang buat masakan ini jadi aneh (istimewa), yaitu telur tebu. Telur tebu ? mahluk apalagi nih ? ga tahu kan ?. Entar saya kasih tau. Melihat buah yang satu ini, pikiran saya menerawang jauh ke masa-masa kecil dulu. Masakan ini sering banget saya makan dulu, cuma ga tahu kalau namanya sayur besan. Yang saya tahu, mahluk yang satu itu namanya jagung terubuk bukan telur tebu. Ada juga yang bilang telubuk. Terus terang ini sayuran saya suka banget. Bayangkan saat menggigit buah jagung terubuk itu, mak nyoss.......mertua lewat ga keliatan. Tapi buat teman-teman yang mau tau resepnya nanti saya akan jelaskan diakhir.
Setelah puas membolak-balik isi sayuran itu, mulai saya makan. Satu sendok...dua sendok...isi mangkok seharga Rp. 4000 itu pindah tempat ke mulut. Tapi betapa kecewanya saya..... terubuknya (telur tebunya) cuma ada 4 potong, padahal itu yang asyik. 1 potong seukuran jempol orang dewasa dibagi 2. Wah ......... ga puas nih. Harus cari cara lain supaya puas makan sayuran hebat ini.

Akhirnya saya ajaklah istri ke pasar. Kami mau gerilya cari terubuk dari sumber aslinya. Kami pergi ke pasar Jombang Ciputat. Putar-Putar......Putar..Putar.....Yes..... Dapat. 1 Ikat ada sepuluh buah. Harganya Rp. 3.500. Kami beli 2 Ikat, jadi ada 20 buah. Ngabisin, kata yang jual. Saya ingat teman saya yang suka makan sayur besan di Parung itu, katanya lebih enak kalo ditambahin ikan gabus asin, jadi belilah juga kami ikan gabus asin.
Maka mulailah kami memasak. Resep tanya ke Ibu saya.....ditambah modifikasi sana-sini
maka jadilah resepnya
Bahan-bahan :
- Santan (dari 1 butir kelapa), kentang 4 butir dipotong kotak, Terubuk 10 buah yang sudah dilepas dari kulitnya. Dari setiap terubuk, bisa dipotong menjadi 2 atau 3 bagian. Ikan Gabus Asin. Kalau ada yang suka so'un bisa juga ditambahkan
Cabe merah, bawang merah, bawang putih,diblender halus dan ditumis . Masukkan gula merah dan garam sesuai selera. Masukkan Daun sereh, daun salam, lengkuas .Masukkan ebi goreng yang sudah ditumbuk halus, bila sudah wangi masukkan santan kelapa. Aduk perlahan. Tunggu sampai bergolak. Siapkan ikan gabus asin yang sudah digoreng. Masukkan Kentang, Ikan Gabus Asin Goreng. Terubuk (telur tebu) masukkan belakangan, karena kalau terlalu empuk, kenikmatannya akan berkurang.

Setelah masak, masukkan bawang goreng, maka aroma dan harumnya segera menyebar dan mengundang selera.
Selamat Mencoba